Sosok

Herman Fithra Tinggalkan Fasilitas Mewah Demi Pendidikan Aceh

DEKAN

Dr Herman Fithra, pria kelahiran 07 November 1972 mencalonkan diri sebagai calon Rektor di Universitas Malikussaleh (Unimal) masa periode 2018 – 2022. Dia termotivasi untuk mendaftarkan diri sebagai rektor karena amanah dari orangtuanya agar dapat bermanfaat bagi orang banyak. Selain itu, juga terpanggil untuk membesarkan kampus yang selama ini sangat dicintai oleh masyarakat.

Putra dari pasangan Teungku H Ismail Bantasyam dan Azmarni Putri Purnawirawan itu merupakan lulusan Sarjana Teknik Sipil di Fakuktas Teknik Universitas Sumatera Utara tahun 1994 – 1998 dan S-2 di S2 Magister Siatem dan Teknik Transportasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan S-3 di Perencanaan Wilayah Bidang Sistem Transportasi Universitas Sumatera Utara. Dirinya mulai menggeluti dunia pendidikan menjadi seorang dosen pada tahun 2002 saat Aceh dilanda konflik bersenjata.

Dr Herman Fithra, memiliki nomor induk pegawai (NIP) : 19721107200312100. Pria kelahiran Kota Lhokseumawe itu memiliki pangkat sebagai Pembina/IVa. Lektor kepala (dalam usulan LK 700), dengan Jabatan Struktural Dekan Fakultas Unimal, Jurusan Teknik Sipil, Program Doktor Perencanaan Wilayah Bidang Ilmu Sistem dan Teknik Transportasi.

 

“Rekan-rekan pimpinan fakultas sangat mendorong saya maju sebagai calon Rektor Unimal periode 2018 – 2022, dengan tujuan untuk dapat meningkatkan kiprah Unimal dalam mengisi pembangunan bangsa dan negara khususnya di Aceh,” katanya kepada AJNN, Kamis (9/8).

Sambungnya, sebagaimana diketahui Unimal yang berada di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe bersama-sama dengan pemerintah daerah dapat berkontribusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Unimal menjadi lokomotif pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia menuju kehidupan yang lebih baik.

Suami dari Sahnora itu memiliki program utama mencalonkan diri sebagai Rektor yakni, melanjutkan program utama yang sudah dijalankan oleh Rektor Prof Dr Apridar, sementara program lainnya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dengan capaian akreditasi A pada beberapa program studi unggulan.

Meningkatkan kualitas riset dosen dan mahasiswa yang dapat diterapkan untuk masyarakat dan khususnya masyarakat sekitar kampus. Hal ini didukung prmbiayaannya dari asian development bank. Peningkatan publikasi ilmiah hasil hasil riset di jurnal international dan nasional. Pengiriman program doktotal dosen ke luar negeri.

Sambungnya, Percepatan operasional klinik kesehatan unimal sebagai cikal bakal rsptn. Mempersiapakan mahasiswa memasuki era industrialisasi 4.0. Juga membentuk pusat studi kawasan ekonomi khusus, untuk mendorong percepatan pelaksanaan kawasan ekonomi khusus arun lhokseumawe.

“Pesan saya kepada seluruh mahasiswa Unimal teruslah belajar dengan giat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat. Unimal sudah berkembang dengan sangat baik sampai saat ini, hal ini tidak lepas dari kiprah mahasiswa dalam membangun unimal,” kata ayah dari Raihanah Az Zahra siswi kelas VI di MIN 4 Lhokseumawe itu.

Menurutnya, di Unimal selama ini banyak mahasiswa yang berprestasi tingkat internasional dan nasional. Oleh karenanya dia berhara kepada mahasiwa teruslah berinovasi untuk kemajuan bangsa dan negara serta masyarakat Aceh. Jauhkan diri dari paham radikalisme, hoax dan narkoba, selain itu juga terus mengukir prestasi akademik dan jauhkan diri dari hal-hal tidak baik.

Dr Herman Fithra juga menyampaikan suka dukanya selama menempuh pendidikan, selama ini dirinya melanjutkan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Fakuktas Teknik Universitas Sumatera Utara tahun 1994 – 1998. Sukanya dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang sangat memuaskan dan pada program doktoral 2014 – 2018 studinya dapat diselesaikan tepat waktu dengan predikat pujian.

“Dukanya saat menyelesaikan kuliah S-1 sudah tidak dibiayai oleh orangtua lagi, sehingga perlu pengorbanan besar untuk kuliah. Sarapan pagi digabungkan dengan makan siang untuk menghemat biaya dan berjalan kaki setiap hari pergi kuliah hampir 1 kilometer dari rumah kosan ke kampus USU Padang Bulan.

Dirinya mengaku mulai menjadi dosen pada tahun 2002, saat itu Aceh masih dilanda konflik bersenjata. Dimana ketika itu orang-orang meninggalkan Aceh, namun Ia terpanggil pulang untuk menjadi dosen mengajar generasi muda di Aceh.

“Padahal saat itu saya sudah mendapat posisi bagus selaku Direktur Operasional di PT Ira Widya Utama & Group dengan berbagai fasilitas. Ternyata panggilan jiwa untuk menjadi dosen dan mengabdi ditanah kelahiran sangatlah besar mengalahkan kemapanan ekonomi yang telah diberikan perusahaan,” ungkapnya.

Herman berharap, ke depan untuk seluruh sivitas akademika, Pemerintah Kabupatan Aceh Utara, Pemerintah Kota, Pemerintah Aceh dan seluruh masyarakat Aceh diajak bersama-sama untuk Unimal menjadi univeraitas riset yang unggul dan berdaya saing tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas unggul.

“Kemajuan Unimal ke depan sangat ditentukan oleh kita bersama, dosen, tendik, mahasiswa, pemerintah dan masyarakat luas. Mari hilangkan perbedaan, ayo bergandeng tangan kita besarkan Unimal. Insyaa Allah empat tahun ke depan Unimal akan masuk rangking 50 besar tingkat nasional,” imbuhnya. |SUMBER : AJNN

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close