Fokus

Mengenang Sultan Malikussaleh di Kampus Berusia 16 Tahun …  

REKTORAT

 

LALU lalang mahasiswa terlihat meriung di Gedung Pasca Sarjana, Universitas Malikussaleh (Unimal), di Lancang Garam, Kota Lhokseumawe. Puluhan mahasiswa saban sore kuliah jenjang magister di sana.

 

Ya, pemandangan itu tentu tak terlihat 16 tahun lalu, saat kampus yang mengusung nama besar Sultan Malikussaleh, raja Kerajaan Islam Samudera Pasai di Aceh. Setelah dinegerikan oleh Presiden Megawati Sukarno Putri, hanya gedung itulah satu-satunya gedung bertingkat tiga. Selebihnya manajemen kampus menyewa bangunan lain sebagai tempat perkuliahan.

 

Mengusung nama Malikussaleh bukan tak memiliki alasan filosofis. Di era swasta, kampus ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Nama Malikussaleh diharapkan menjadi pemantik semangat pendidikan. Sejarah mencatat, sistem pendidikan tinggi berawal dari Kesultanan Malikussaleh tempo dulu. Dari sanalah tercipta kurikulum pendidikan yang sistematis lalu berkembang hingga era mileneal ini.

Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof Apridar menyatakan kampus itu bersusah payang bangkit dari keterpurukan. “Apalagi awal-awal penegerian itu kan Aceh masih konflik. Letusan senjata masih menyalak. Saat itu saya pembantu rektor dua, niat baik membangun kampus terus kami tanam dihati sehingga kampus ini seperti ini sekarang,” kata Apridar.

 

Guru besar Ilmu Ekonomi itu menyebutkan, dengan akreditasi institusi B, lulusan kampus itu tentu bisa bersaing dengan kampus lainnya di dalam dan luar negeri. “Penguatan bahasa Inggris juga kita lakukan, ini untuk menyongsong persaingan global yang sedang terjadi. Agar mahasiswa mahir teknis, teori dan bahasa,” katanya.

 

Apalagi, kebhinekaan tercipta dengan romantis di kampus itu. Mahasiswa datang dari berbagai pelosok negeri, mulai Sulawesi, Kalimantan hingga Papua. “Unimal ini seperti miniatur Indonesia. Semua suku ada di sini,”  katanya.

 

Dengan 20.000 mahasiswa tersebar di 32 jurusan strata satu dan lima jurusan strata dua, tentu membutuhkan soliditas antar dosen, staf dan manajemen kampus. “Untuk itu, saya bilang, kesuksesan kampus ini bukan hanya urusan saya, tapi urusan kita semua, urusan pemda, urusan mahasiswa dan urusan kawan-kawan wartawan juga hehe,” terangnya.

Apakah Unimal cukup puas sampai disitu? “Tidak. Kita mau terus tingkatkan kompetensi, soal agama kita dirikan Rumah Al Quran untuk mahasiswa yang mau menjadi hafiz. Soal teknologi, kita perkuat inovasi, perkuat juga sektor maritim dan pertanian. Itu semua fokus kita, tentu semua pelan-pelan tapi pasti. Target akhir kita harus akreditasi A,” katanya.

 

Selain itu, sambung Apridar, dia menginginkan seluruh sivitas akademika kampus itu mengabdi pada masyarakat sesuai bidangnya masing-masing. “Jangan ada jarak antara kampus dengan masyarakat. Di sanalah pengabdian kita sesungguhnya,” terangnya.

 

Untuk pengembangan sektor wirausaha, kampus itu membuat program pendampingan wirausaha untuk puluhan mahasiswa. Kelompok usaha kecil itu lalu didampingi oleh para dosen hingga sukses menembus pasar.

 

“Bahkan untuk kelompok rapa’i, pasarnya sudah sampai ke Malaysia, Singapura dan Thailand. Ini bukti pendampingan kita, jadi kita ciptakan wirausaha. Tentu, ini butuh dukungan pemerintah daerah,” terangnya.

 

Lalu, apa kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal, Muslim Hamidi? Dia berharap manajemen kampus terus berbenah dari waktu ke waktu. Sehingga bisa menjadikan kampus itu sebagai pusat peradaban dan pengetahuan di tanah air.

 

“Tentu, mahasiswa berharap ada perbaiakan terus menerus. Sehingga kita berusaha pada tarap salah satu kampus terbesar di Indonesia,” pungkasnya.

 

Kini, kampus itu berusia 16 tahun. Tentu, jalan masih panjang untuk meneruskan pengabdian dan pengajaran pada generasi masa depan Indonesia. Di sana, nama Malikussaleh melekat. Dari kampus itu Prof Apridar berharap lahir sumber daya mumpuni, searif dan sehandal Sultan Malikussaleh.

 

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close