FokusNews

Kongres Alumni, Ini Pidato Masriadi

 

Assalamualaikum Wr Wb

 

Bapak/Ibu yang terhormat

Saya mengapresiasi kehadiran teman-teman alumni dari seluruh angkatan, meninggalkan pekerjaannya, bahkan ada yang membawa anak untuk hadir pada acara yang berbahagia ini.

 

Secara resmi, organisasi Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi (IAIK) Universitas Malikussaleh telah berusia 6 tahun. Saat itu, saya dan sekretaris, Afri Fandi “dipaksa” untuk memimpin organisasi ini. Putusannya sangat cepat. Rapat kilat digelar. Tujuannya membantu reakreditasi jurusan. Saya dan Afri Fandi pun sepakat membantu reakreditasi dan hasilnya Ilmu Komunikasi mendapatkan nilai B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN).

 

Di awal, saya ingin cerita bahwa acara ini kita gelar secara resmi berarti bisa disebut sebagai Kongres III Alumni Ilmu Komunikasi. Saya tegaskan, saya tidak akan maju lagi sebagai ketua alumni. Saya percaya, generasi muda, meski saya juga masih muda, mampu memimpin lebih baik dibanding saya. Namun, saya tegaskan pula, secara pribadi, sebagai alumni, tentu saya akan membantu apa pun untuk alumni. Salah satunya, untuk menghelat acara ini.

 

Bapak/ibu yang berbahagia.

Mengapa tema komunikasi pembangunan yang kita pilih? Mengapa pula pembicaranya didatangkan yaitu Sekwan Aceh Utara Abdullah Hasbullah dan Kepala Biro Serambi Indonesia, Jafaruddin Yusuf. Pertama kedua ini teman saya. Kami berkomunikasi banyak hal soal pembangunan. Peran Pak Sekwan itu penting, di satu kaki dia adalah “mata-mata” eksekutif yang ditempatkan di DPRK Aceh Utara.

 

Pada kaki lainnya sebagai pelayan DPRK Aceh Utara, yang seharusnya memenuhi kebutuhan DPRK dan kepentingan DPRK. Ini peran yang sulit. Nah, disitulah ingin kita lihat bagaimana pengalamannya menjalankan peran itu. Semua pembangunan berpangkal pada komunikasi politik yang harmonis antara eksekutif dan legislatif. Peran Pak Abdullah ada di sana.

 

Kedua, media tentu berperan besar mendorong pembangunan. Serambi, sebagai medis mainstream di Aceh tentu memegang godam kekuasaan untuk mendorong pembangunan. Di sana, peran Bung Jafaruddin. Untuk itu, adek-adek mahasiswa mari mendengarkan pemaparannya dengan seksama.

 

Teman-teman alumni yang saya muliakan

Sejatinya ketika berangkat dari kampus dengan gelar dan berstatus alumni, sudut pandang kita pun harus berubah. Jika dulu, ketika mahasiswa kita berpikir bahwa apa yang diberikan kampus untuk saya, sejatinya  ketika menjadi alumni kita berpikir apa yang saya berikan untuk kampus. Ini pikiran yang jernih.

 

Satu hal yang saya ingatkan, saya menamsilkan organisasi alumni ini sebagai rumah besar yang berada di hutan belantara global. Kita orang-orang didalamnya harus saling mendukung, saling menguatkan, dan terus memperlebar areal bercocok tanam. Sehingga, lahan itu makin luas dari waktu ke waktu.

 

Bahwa pasti ada di antara alumni yang akan meninggalkan rumah, dan lari ke luar pekarangan, itu menjadi keharusan sejarah. Pasti akan terjadi. Dan tak usah dipikirkan, bahwa dia yang memilih meninggalkan rumah besar ini. Di luar rumah dalam percaturan global ini, aneka binatang buas sudah menunggu. Mereka yang meninggalkan rumah terancam diterkam harimau, dicabik-cabik singa dan seterusnya. Tugas kita hanya berdoa agar dia selamat setelah keluar dari rumah besar ini.

 

Bagi saya, menjaga alumni penting. Namun, alumni yang bagaimana dulu? Alumni yang menjaga temannya, meneguhkan semangat persaudaraannya. Jika tidak, maka abaikan. Tinggalkan.

 

Teman-teman alumni yang berbahagia

Kami belum bisa berbuat banyak. Namun, setidaknya kami terus mendorong teman-teman alumni untuk maju. Sekali lagi, catatan saya, ini adalah khusus alumi yang membantu temannya sendiri. Kami tidak akan mendukung teman-teman alumni yang hanya memikirkan perutnya sendiri. Sedangkan temannya biar mati kelaparan.

 

Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh donor kegiatan ini, Pemerintah Aceh Utara, DPRK Aceh Utara, Stasiun Coffe yang menyajikan kopi sungguh nikmat di meja Anda sekalian, Bank Indonesia dan Bank Aceh. Terima kasih. Jangan kapok menjadi donor kegiatan organisasi ini.

 

Untuk itu, diakhir pidato saya, mari bersama membangun komunikasi lebih baik, membangun Aceh dan Indonesia lebih baik.

 

Wassalamualaikum Wr Wb

 

 

Masriadi Sambo

Ketua Alumni Ilmu Komunikasi 2014-2016

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close