InfoNews

Rektor dan Lemhanas Serahkan Rekomendasi Pembangunan ke Presiden

 

LHOKSEUMAWE- Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Prof Apridar bersama peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV dan LV Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia Tahun 2016, menyerahkan rekomendasi pembangunan untuk Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

 

Rekomendasi itu merupakan kajian peserta Lemhanas tentang pembangunan wisata di tanah air. Prof Apridar menyebutkan pengembangan sektor pariwisata di Indonesia saat ini dinilai belum sinergi antar semua elemen masyarakat. Demikian kesimpulan dari rekomendasi kajian tersebut yang juga telah dibahas pada seminar nasional nasional Aula Dwiwarna Gedung Panca Gatra Lemhanas Jakarta Pusat, Senin (26/9/2016).

 

Ketua panitia kegiatan tersebut Laksda TNI Amarullah Oktavian dan Wakil Ketua panitia pelaksana Prof Apridar menyebutkan untuk memaksimalkan pengembangan wisata di Indonesia ditawarkan empat strategi yaitu perlu disusun sebuah kebijakan nasional pengembangan pariwisata budaya secara komprehensif, melaksanakan harmonisasi berbagai peraturan perundang-undangan terkait pengembangan pariwisata budaya antar pemerintah pusat dan daerah, menyusun prioritas pembangunan infrastruktur pariwisata budaya berstandar dunia, serta memperkuan sinergi masyarakat dan swasta dengan pemerintah dalam pengembangan wisata.

 

Prof Apridar , menyebutkan pembicara dalam seminar itu yakni Frans Teguh, Asisten Deputi Pengembangan Infrastrukstur dan Ekosistem Pariwisata Kementerian Pariwisata, Bambang Sunaryo (UGM), Sudrajat, Wakil Ketua Umum Persatuan Hotel Republik Indoensia, Asnawi Bahar Ketua Asosiasi Travel Indonesia dengan tema “Sinergitas masyarakat dan swasta dalam pengembangan pariwisata budaya bersama pemerintah”.

 

Prof Apridar menyebutkan seminar nasional itu diikuti oleh pengusaha hotel, travel, polisi, TNI, lintas kementerian dan sejumlah akademisi di Indonesia. Diharapkan, hasil seminar ini diadopsi oleh pemerintah untuk pengembangan wisata budaya di tanah air. “Kita ini kaya budaya, obyek wisata budaya itu belum digarap serius. Nah, jika serius kita meyakini bahwa itu akan menjadi daya tarik untuk wisatawan asing dan mancanegara. Untuk itu, perlu pemahaman bersama mengembangkan obyek wisata budaya,” sebut Prof Apridar.

 

Dia berharap, koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga berdampak positif pada meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi wisata. “Sehingga turunannya bisa mengentaskan kemiskinan dan pada akhirnya ketahanan nasional akan tangguh,” pungkas Prof Apridar. |BAS

 

 

Tags
Show More

Related Articles

3 Comments

  1. wah keren 4 strateginya yaitu perlu disusun sebuah kebijakan nasional pengembangan pariwisata budaya secara komprehensif, melaksanakan harmonisasi berbagai peraturan perundang-undangan terkait pengembangan pariwisata budaya antar pemerintah pusat dan daerah, menyusun prioritas pembangunan infrastruktur pariwisata budaya berstandar dunia, serta memperkuan sinergi masyarakat dan swasta dengan pemerintah dalam pengembangan wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close